Selasa, 06 Desember 2011

Materi sejarah kelas X


BAB I
Jaman Prasejarah Indonesia

I.          Pendahuluan
Sejarah adalah suatu rentetan peristiwa atau kejadian yang menyangkut kehidupan manusia dalam masyarakat yang terjadi pada masa lampau. Adapun sumber yang dapat dipergunakan dalam penelitian sejarah diantaranya :
1)      Sumber tertulis, benda peninggalan
2)      Sumber lisan
Pengertian Prasejarah yaitu suatu fase dimana kehidupan manusia belum mengenal / terdapat keterangan yang berupa tulisan.
Sedangkan sumber yang dapat dipergunakan dalam penelitian masa prasejarah adalah benda – benda peninggalan baik itu yang berupa fosil maupun Artefak.
Fosil adalah sisa – sisa kehidupan masa lalu yang terpendam dalam lapisan tanah yang sebagian telah mengeras karena proses kimiawi. Macam – macam fosil :
1)      Kerangka / tulang manusia
2)      Fosil hewan, serta tumbuhan
Artefak adalah sisa – sisa peninggalan masa lampau yang berupa alat – alat buatan manusia prasejarah.
Beberapa cabang ilmu pengetahuan yang membantu penelitian masa prasejarah antara lain :
a)      Paleontologi                      : Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sisa
  manusia,  hewan dan tumbuhan
b)      Antropologi budaya          : Ilmu pengetahuan tentang peradaban manusia
  mulai dari bentuk yang sangat sederhana sampai
  tarap yang tinggi
c)      Paleo Antropologi             : Cabang Ilmu antropologi yang mempelajari  
  tentang asal – usul terjadinya dan perkembangan
  makhluk manusia, dengan obyek penelitian jasa –
  jasa fosil manusia.
d)     Arkeologi                          : Ilmu yang mempelajari peninggalan – peninggalan
  sejarah dan benda – benda purbakala masyarakat
  masa lampau.
e)      Filologi                              : Ilmu perbandingan bahasa
f)       Geologi                             : Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
lapisan bumi  serta batuan – batuan dalam lapisan bumi.
Berdasarkan Ilmu Geologi, semenjak proses terjadinya dunia ini sampai sekarang dapat dibagi atas jaman :
1)      Akaikum ( 2.500 juta tahun yang lalu ), belum ada tanda kehidupan
2)      Paleozoikum ( 340 juta tahun yang lalu ), mulai terdapat tanda – tanda kehidupan .(Primer)
3)      Mezoikum ( 140 juta tahun yang lalu) (Sekunder)
4)      Neozikum ( 60 juta tahun yang lalu ) tersier, kuarter

II.        Penelitian manusia Prasejarah
Pelopor penelitian paleontology di Indonesia adalah Di Eugene Dubois, ia menduga bahwa manusia purba itu hidup di daerah tropis.
Di Sumatra Dubois, berhasil menemukan beberapa buah gigi kera, kemudian ia mengalihkan penelitiannya ke Jawa, dan berhasil menemukan fosil manusia purba ( Pithecatropus Erectus,1891). Penelitian selanjutnya dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Ny. E. Selanka (1907 – 1908).
Jenis – jenis manusia Purba yang ditemukan di Indonesia :
1)      Pithecantropus Erectus ( manusia kera yang berjalan tegak ) di temukan oleh Dr. Eugene Dubois didaerah Trinil 1891 ( Ngawi ).
2)      Megantropus Paleojavanicus
3)      Oleh Von Koenig swald di Sangiran 1936 (Sragen )
4)      Pithecantropus Mojokertensis
5)      Oleh Von Koenig swald 1936
6)      Pithecantropus Robustus
7)      Oleh Von Koenig swald 1939 di Trinil
8)      P.E. Dubois (manusia kera yang meragu – ragukan) di Sangiran
9)      Homo Soloensis dan Wajakensis
10)  Oleh E. dubois, di Wajak Tulungagung.



Tahap Perkembangan Pradaban Kehidupan manusia Purba

A.        Masa berburu dan mengumpulkan makanan.
Pada masa ini kehidupan manusia masih berpindah – pindah dari tempat satu ke tempat lainnya (nomaden). Dengan demikian kebanyakan kehidupan mereka tergantung dari keadaaan Alam sekitarnya (food gathering) sehingga kehidupan mereka selalu berpindah – pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya sesuai dengan binatang buruannya.
Karena sifat hidupnya yang setahu pindah (berpindah) maka dapat kita simpulkan bahwa mereka belum dapat membuat rumah.
Untuk melindungi diri dari ancaman alam ataupun binatang buas, sementara waktu mereka dapat tinggal didalam gua – gua di daerah pedalaman.
Diantara mereka juga ada yang hidup/ tinggal di gua  - gua tepi pantai, karena daerah yang dekat dengan sungai benyak terdapat binatang buruan.
Di daerah – daerah tepi sungai, terdapat bukti yang menyatakan adanya sisa kehidupan yang telah bertempat tinggal, berupa tumpukkan kulit kerang ( Kjokken Monddinger)
Pada tahap berburu ini kehidupan manusia masih sangat sederhana sekali.
Pada masih bebrburu dan mengumpulkan makanan yang lebih lanjut, ternyata kehidupan budaya jauh lebih maju bila disbanding masa sebelumnya, yang berupa lukisan – lukisan yang terpahat pada dinding Gua. Lukisan – lukisan tadi berupa :


a)      Gambar  cap – cap jari tangan
b)      Gambar babi rusa yang terpanah
Yang semuanya dibubuhi dengan warna : merah, hitam, putih.

B.                 Masa bercocok tanam
Kehidupan manusia prasejarah masa cocok tanamlebih terartur bila disbanding dengan kehidupan sebelumnya. Pada masa cocok tanam, kehidupan manusia tidak lagi menggantungkan pada alam, bahkan mampu memproduksi bahan kebutuhan hidup (Food Producing) mengawetkan makanan dan sebagainya.
Sejalan dengan kapandaian memproduksi serta mengawetkan makanan, nampak juga kepandaian menjinakkan binatang.
Selain daripada itu mereka juga telah mahir membuat barang – barang gerabah yang fungsinya sebagai tempat untuk menyimpan kelebihan makanan.
Masa bercocok tanam, alat yang diperlukan dalam kepentingan cocok tanam, biasanya terbuat dari bahan – bahan batu, tulang serta kayu, walaupun demikian mutunya lebih tinggi bila disbanding masa berburu dan mengumpulkan makanan, karena masa cocok tanam telah tumbuh budaya mengumpan / mengasah alat – alat cocok tanam sehingga kelihatan halus. Hasil – hasil budaya masa bercocok tanam antara lain :
a)      Beliung persegi
b)      Kapak lonjong
c)      Mata panah
d)     Gerabah
e)      Perhiasan

Pada masa cocok tanam telah tumbuh budaya menguburkan mayat, hal ini nampak pula pada hasil budaya megalithikum, seperti menhir, Dolmen, Sarkopagus, dll.

C.        Masa Perundagian
Kehidupan manusia perundagian tersusun dalam masyarakat yang komplek dan sangat teratur. Pada masa ini tumbuh budaya mengolah bahan – bahan yang terbuat dari logam, sehingga dalam masyarakat terdapat orang – orang yang mempunyai keahlian atau ketrampilan tertentu.
Sehubungan dengan kepandaian melebur logam tersebut, hal ini berarti bahwa budaya mereka telah jauh lebih maju bila dibandingkan dengan jaman sebelumnya (berburu dan bercocok – tanam).
Disamping itu pada masa perundagian telah dikenal adanya astronomi yang berguna dalam lapangan cocok tanam / pelayaran.
Secara Ringkas Jaman Prasejarah terbagi atas Jaman :
1.      Jaman Batu
a.       Batu tua (Paleolithicum)
            Cirinya :
-        Alat – lat terbuat dari batu kasar
-        Kehidupan nomaden
-        Food gathering
-        Belum mengenal membuat rumah

b.      Batu Tengah (Mesolithikum)
            Ciri – cirinya :
-        Bengunan besar
-        Mengenal sistem kepercayaan
-        Hasil budaya Menhir, Sarkopagus, Dolmen
c.       Batu Muda (Neolithikum)
Ciri – cirinya :
-        Alat terbuat dari batu yang dihaluskan
-        Hidup menetap dalam kelompok
-        Food Producing
-        Bercocok tanam
-        Dapat membuat rumah
-        Mengumpulkan makanan
-        Mengenal pembagian pekerjaan
-        Gerabah/ belangga
-        Telah mengenal seni (maros).
2.      Jaman Logam
a)      Tembaga (alat – alat terbuat dari tembaga)
b)      Jaman perunggu
c)      Jaman besi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar